Wednesday, November 14, 2012

Seragam itu

Teringat ketika seragam itu masih membalut kita. Saat dunia benar-benar sebuah pesta yang sangat besar. Ketika siang dan malam berlalu begitu cepat dan setiap hari adalah canda dan tawa. Saat kita bermain tanpa beban, berjalan beriringan meski tahu tak satu tujuan. Saling mengejar walau tahu seseorang mungkin bisa sampai lebih dulu, tapi kita yakin dia pasti akan menunggu. Karena kita seperti magnet, saling menarik meski berbeda.
   
Waktu ternyata benar-benar berlalu begitu cepat dan memaksa kita melepaskan seragam itu. Membuat kita memasuki dunia tanpa seragam. Dunia tanpa tahu di bagian manakah seharusnya kita berdiri. Sekarang aku benar-benar tersesat dalam belantara ini. Belantara tanpa alamat yang bisa kujadikan petunjuk, belantara tanpa cahaya yang bisa kujadikan penuntun. Disini kami hidup tanpa seragam dan tak tahu bagaimana memperlakukan satu sama lain.
    
Sepertinya aku benar-benar tersesat di dalamnya. Belantara pengetahuan kata mereka. Tempat dimana aku bahkan tak lagi mampu mengenali diriku sendiri. Waktu ketika aku bahkan mulai lupa pada tujuanku sendiri. Aku tak tahu akan segala hal. Aku tak mengenali lingkunganku sendiri. 
    
Mataku masih normal tapi tak bisa melihat mereka dengan jelas. Indra pendengaranku juga tak terganggu tapi tak mampu mendengar apa yang mereka katakan. Lidahku juga masih baik-baik saja tapi mengapa tak pernah bisa kukatakan apa yang sebenarnya aku inginkan. Yah ! Aku mungkin sudah tersesat begitu jauh. 
   
Di tempat ini. Belantara ilmu kata mereka. Aku tak tahu apa itu ilmu dan apa itu pengetahuan. Tak kulihat lagi semua yang dulu kita pelajari bersama. Tak kudengar lagi semua aturan tak tertulis yang dulu diajarkan pada kita. Aku juga seringkali diajarkan berbohong oleh mereka , yang aku tak tahu teman atau lawan.
      
Di tempat kita yang dulu. Dunia kita yang begitu indah. Seorang guru adalah seseorang yang mengajar dan mendidik kita. Seseorang yang bahkan kita hormati sama dengan orang tua kita sendiri. Disini aku juga tak melihat itu lagi. Entah tak pernah melihatnya atau kebetulan saja aku tak pernah peduli. Tapi beberapa hari yang lalu aku mebaca sebuah tulisan yang aku pikir tak sopan pada pengajar kami. Aku ingin menentang dan berkata itu dulu adalah hal yang dilarang bagi kita. Tapi tidak, sebab aku juga tak memiliki kuasa. Sebab aku juga tak tahu harus bagaimana mengatakannya.
    
Di dunia kita yang dulu. Kita diajarkan untuk menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih mudah. Disini aku melihatnya meski hanya beberapa orang tertentu. Seorang yang dituakan bahkan ditentang dengan cara yang tidak sopan menurutku. Dan seseorang yang dianggap paling kecil diberikan gertakan, teriakan, bukan kasih sayang.
Aku benar-benar bingung berada disini…
     
Terimakasih untuk seseorang yang baru saja membahas tentang hari perpisahan itu
Hari yang benar-benar merubah segalanya...
Kost, 26 Desember 2011 22.00

Reactions:

0 comments:

Post a Comment