Wednesday, November 14, 2012

Tak Pernah Ada

Kutitipkan cintaku pada langit biar bumi mencarinya, mendapati jejaknya telah hilang lalu mengais mencari setitik harapan demi menemukannya. Agar kau tahu betapa cinta ini suci, biar kau mengerti setiap detik ada cinta dalam nafas yang masih berdesah dan kau paham meski dalam gelap sekalipun bayangmu tetap akan terlihat jelas di mataku, atau mungkin lebih tepat jika kukatakan dalam mata pikiranku.
    
Sore itu kau datang, meminta kepastian yang kujanjikan beberapa hari yang lalu. Kepastian yang tak pernah bisa kuberikan sejak satu tahun yang lalu saat pertama kali kau katakan apa yang kau sebut cinta itu. Dan sore ini pun saat kau menemuiku di taman ini, taman yang entah sudah berapa kali menjadi saksi ragu yang tak pernah bisa berhenti membelengguku tetap akan kau dapatkan jawaban yang sama. Tetaplah menunggu!
Aku ingin tahu seberapa lama kau mampu menunggu dan hidup dalam ketidakpastian ini, tanpa arah, tanpa tujuan. 
    
Ah! Seringkali aku ingin mengatakan betapa bodohnya kau tapi seringkali pula aku mengagumi sosokmu yang begitu setia menanti hati yang sebenarnya masih mencari sosok yang sempurna ini. Hati yang tak pernah ku berikan untukmu tapi tak juga pernah kuberikan pada siapapun.
      
Kau mungkin pernah bertanya atau sekedar berfikir mengapa aku begitu jahat padamu, dan mengapa aku tak mau melepaskan satu jarimu yang masih terus ku genggam atau memilih menggenggam semua jari-jari itu. Bertanyalah ! Tapi jangan tanyakan itu padaku sebab aku juga tak pernah bisa menjawabnya.
    
Kau mungkin akan menunggu beberapa hari lagi, atau mungkin beberapa bulan lagi jika kau sanggup tapi jika aku jadi kau, aku akan memilih untuk pergi saja, jauh, hingga ada hati yang menyibak sesal dalam kata terakhir yang kau ucapkan.


***
     
Malam itu aku menangis, tapi kau pasti tak percaya manusia seperti aku ini bisa menjatuhkan air mata dalam sedih. Aku menangis menunggu hatiku yang tak pernah mampu berikan kepastian. Aku menangis menunggu ragu melepaskan hatiku.
    
Ternyata ragu itu benar-benar menjauh. Melalui kalimat yang kau katakan pagi itu. Kalimat yang kau ucapkan ketika sang raja siang tak lagi menguasai singgasananya. Kalimat yang tak akan bisa hilang bersama hujan. Kalimat yang kemudian melepaskan segala belenggu ragu di hatiku.
     
Ah! Sudah kuduga sebelumnya. Kau tak akan mampu bertahan terlalu lama. Semakin kau mencoba untuk setia, semakin aku akan mencoba mencari titik ujung kesetiaan itu. Karena bagiku setia tak pernah ada, sebab menurutku hidup hanyalah serentetan penghianatan dari kawan yang kita percaya dan serentetan serangan dari lawan yang memang tak pernah kita percaya.

Untuk seseorang,,, Thanks for everything
Satu pelajaran berharga dari anda
Seseorang tak selamanya akan memperlakukan anda seperti apa yang anda inginkan, maka bersiaplah untuk segala kemungkinan yang akan terjadi..

Diposkan melalui facebook pada desember 2011 (Lupa kapan nulisnya)
Reactions:

3 comments: