Thursday, January 31, 2013

Radikal Bebas dan Bahayanya

Dahulu ketika manusia belum terlalu akrab dengan teknologi, zaman dimana manusia masih berburu dan memenuhi kebutuhan sehari-hari dari hasil kebun dan buruan keadaan alam ini masih baik-baik saja. Setelah waktu berlalu dan detik terus berganti hingga kini di era millennium. Teknologi canggih bukan lagi sekedar kenalan tapi teman yang begitu akrab. Aktivitas manusia yang begitu padat dan keinginannya untuk mengefesienkan waktu membuat segalanya harus tersedia dengan cepat. Kendaraan cepat yang bisa membaawa kemana-mana mulai dari sepeda, sepeda motor, mobil, bahkan kini manusia sudah menggunakan pesawat terbang.
             
Bukan hanya kendaraan, hampir segala sesuatu dibuat serba instan. Pakaian jadi yang langsung dibeli hingga tak perlu menjahit apalagi menenun. Lemari pendingin untuk menyimpan makanan, juga AC yang dapat membuat ruangan jadi dingin. Bahkan makanan zaman sekarang juga sudah sangat banyak yang instan dan menggunakan banyak tambahan makanan entah itu yang membuat makanan stabil teksturnya, memberi warna, maupun pemberi rasa. Semuanya dapat kita temui di zaman ini.
     
Akibatnya adalah polusi meningkat dan konsumsi bahan berbahaya oleh tubuh juga semakin meningkat. Radikal bebas dalam tubuh mengalami peningkatan dan menimbulkan bahaya bagi tubuh. Berbagai penyakit dapat ditimbulkan karena radikal bebas yang berlebihan terdapat dalam tubuh seperti stress ringan, radang sendi, asma, gangguan kardiovaskular, stroke, hingga kanker.

Berdasarkan Lingga (2012) Radikal bebas dapat didefenisikan sebagai :
1.       Atom yang memiliki electron bebas atau electron yag tidak berpasangan. Elektron yang tidak berpasangan tersebut bersifat tidak stabil sehingga bersifat liar dan mudah menggandeng molekul lain yang ada di sekitarnya. Ikatan tersebut menimbulkan reaksi yang tidak diinginkan.
2.       Senyawa oksigen reaktif yang memiliki elektron yang tidak berpasangan dan mencari pasangannya dengan cara mengikat molekul elektron yang ada di sekitarnya.
3.       Radikal bebas adalah molekul yang jika teroksidasi menyebabkan terbentuk molekul baru yang dapat merusak sel tubuh.
Radikal bebas sebenarnya tidak dapat dilepaskan dalam tubuh karena secara alami pada proses oksidasi dihasilkan radikal bebas. Dalam proses biologis tubuh juga dihasilkan radikal bebas. Keberadaannya dalam tubuh dengan kondisi yang normal dibutuhkan untuk melawan peradangan, membunuh kuman penyebab penyakit, detoksifikasi racun xenobiotok, serta mengendalikan tonus otot polos pada pembuluh darah dan organ-organ dalam tubuh kita. Akan tetapi jika berlebihan maka akan merapuhkan keseimbangan mekanisme yang bekerja dalam tubuh kita.

Kenyataan yang terjadi adalah radikal bebas berada dimana-mana. Bahkan di udara yang kita hirup, makanan yang kita makan juga sangat besar kemungkinan terdapat radikal bebas.

Pengaruh radikal bebas bagi tubuh kita beragam. Ada yang merusak di luar sel dan ada juga yang sampai merusak ke inti sel. Bahkan yang paling buruk adalah jika radikal bebas tersebut mengacak susunan DNA kita. Kita tentu tahu bahwa sejak SMA telah diajarkan tentang DNA dimana DNA adalah pengendali seluruh kehidupan sel kita. Jika pengendali sudah di acak akibatnya aktivitas sel secara keseluruhan akan mengalami penyimpangan. Dapat terbentuk sel baru yang merupakan akibat ulah radikal bebas, sehingga terbentuknya sel baru ini akan menimbulkan penyakit pada tubuh kita.

Kesimpulannya:
Radikal bebas yang sangat berbahaya terdapat dimana-mana. Radikal bebas menyerang tubuh hingga ke bagian paling inti. Radikal bebas akan menimbulkan bahaya bagi tubuh kita dan melahirkan berbagai penyakit. 

Referensi :
Lanny Lingga, Ph.D 2012 The Healing Power of AntiOxidant

Reactions:

0 comments:

Post a Comment