Sunday, December 10, 2017

EC Number pada Enzim

Untuk teman-teman yang berkutat dengan enzim, EC number tentu saja bukan sesuatu yang baru. Namun bagi teman-teman yang belum lama berkenalan dengan enzim, EC number mungkin masih sedikit membingungkan untuk teman-teman.

Seringkali ketika kita melihat penjelasan tentang enzim, EC number dari enzim tersebut juga akan disebutkan. Misalkan pada Amylase dengan EC number EC 3.2.1.1.

Tapi apakah kita benar-benar tahu, apa itu EC number dan mengapa enzim memiliki nomor ini ?

EC pada EC number Enzyme Commission, dimana Enzim dikategorikan ke dalam 6 kategori berdasarkan fungsi reaksi kimia yang dimiliki oleh enzim tersebut. Kategori tersebut adalah

1. Oxidoreductases
Adalah kategori pertama dalam EC number. Enzim yang termasuk dalam kategori ini adalah enzim yang dalam reaksinya dapat mengoksidasi atau mereduksi sebuah substrat dengan transfer elekton atau hidrogen atau dengan penambahan oksigen. Salah satu contoh dari enzim ini adalah  aldose reductase adalah enzim yang dapat mereduksi aldehida dan karbonil seperti glukosa.

2. Transferases
Adalah kategori kedua dalam EC number. Enzim dalam kategori transferases dapat menghilangkan sebuah grup pada substrat dan mengtransfer grup tersebut pada substrat penerima. Atau seperti artinya dasarnya transfer (memidahkan) sebuah grup dari satu substrat ke substrat lainnya. Contoh enzim ini adalah thiosulfate sulfurtransferase pada reaksi pembuatan thiocyanate dari thiosulfate dimana gugus thio dari sulfate dipindahkan pada cyanide sehingga membentuk thiocyanate dan sulfite.

3. Hydrolases
Kategori ketiga ini adalah yang sangat banyak ditemui dalam bidang pangan. Hydrolases adalah enzim yang dapat melakukan hidrolisis atau pemecahan dengan bantuan air (H2O). Contoh enzim dalam kategori ini adalah amylase yang dapat memecahkan pati menjadi molekul yang lebih kecil.

4. Lyases
Sama seperti hydrolases, lyases juga memutuskan ikatan pada substrat. Namun, perbedaannya adalah lyases melakukan pemutusan rantai tanpa bantuan H2O sehingga hasil dari pemecahannya adalah adanya ikatan rangkap atau double bond.

5. Isomerases
Enzim ini bekerja dengan merestruktur substratnya tanpa mengubah komposisi atom sebuah substrat. Contoh dari enzim ini adalah glucose isomerase yang dapat mengubah glucose menjadi fructose atau sebaliknya. Jadi perubahan yang diakibatkan oleh enzim ini tidak menyebabkan perubahan molekul pada substrat.

6. Ligases
Adalah enzim yang dapat membantu pembentukan ikatan pada dua substrate. Atau dalam bahasa sederhananya, menyatukan dua substrat yang berbeda dalam satu ikatan.  Enzim ini bekerja dengan bantuan energi seperti ATP. Dalam buku Handbook of Enzymology dikatakan bahwa Proteins, carbohydrates, and triacylglycerols Disintesis dengan spesifik ligases menggunakan ATP, UTP, dan
CTP.

Reference
1. What Enzymes Do and Why They Are Highly Specific and Efficient Catalysts John R. Whitaker University of California, Davis, Davis, California, U.S.A dalam buku Handbook of Enzymology.
2. Wikipedia





Reactions:

1 comments: