Tuesday, December 12, 2017

Karena Sebuah Senyuman

"Aku tidak pernah tahu bahwa senyum yang bahkan tidak harus kubeli itu ternyata seharga sebuah masa depan".

Tujuh tahun yang lalu aku berada dalam sebuah ruangan, tempat dimana aku akan menimbah ilmu ketika itu, mengikuti sebuah kegiatan yang jika saya tidak salah mengingatnya, mereka menamainya Basic study skills.

Setiap pemateri memberikan materi yang sangat menyenangkan. Namun tak banyak yang berkesan dan tak banyak yang berbekas dalam ingatan.

Sampai pemateri ini muncul, seorang bapak-bapak yang meskipun tak kuhapalkan namanya namun wajahnya masih teringat jelas olehku.

Dia memulai materi tentang pengendalian diri, lalu tiba-tiba di tengah materinya ia tanpa sengaja menoleh ke arahku yang kubalas dengan sebuah senyuman.

"Wajah seperti ini yang akan memudahkan hidupmu ke depannya" katanya

Aku tertawa dalam hati. Bagaimana mungkin sebuah senyuman akan memudahkan hidupmu di masa depan. Lalu ketika kuberitahu pada orang tuaku, kebiasaan positive seperti biasa, Papaku berkata mungkin pemateri itu benar.

Aku tak lagi banyak mengingat tentang hari itu. Ia tersimpan sangat rapi di folder lama di kepalaku. Dan seperti folder lama pada umumnya, kau tak banyak membukanya sampai kau menyadari ada sesuatu yang harus dilihat disana.

Hari ini aku membuka folder itu, mengingat rentetan peristiwa yang kualami tujuh tahun terakhir. Menyadari banyaknya kemudahan yang aku dapatkan dalam hidupku. Hingga aku melihat diriku yang hanyalah mahasiswa dari kampung, namun hari ini sudah berada di benua biru, di negara kincir angin kata orang-orang. Menimbah ilmu dari professor-professor hebat di bidang pangan. Ah, siapalah aku, yang bahkan tidaklah cukup cerdas apalagi bermodal uang untuk berada disini. Yah siapalah, jika saja hidupku tidak dimudahkan.

Aku menyadari kemudahan-kemudahan itu satu persatu. Kemudahan mendapatkan beasiswa, tes bahasa, lalu diterima di kampus yang saya inginkan.

Akhirnya aku paham, mungkin benar yang dikatakan pemateri itu. Senyum itu yang pada akhirnya membuat segalanya menjadi mudah. Senyum yang membuat orang-orang berdo'á untuk kebaikan kita. Orang yang mungkin do'anya lebih cepat diijabah dari do'á kita sendiri. Bahkan tujuh tahun yang lalu seharusnya aku sadar. Ketika ia aku tersenyum padanya, apa yang disampaikannya padaku adalah caranya mendoakan kebaikan atasku. Sebagai balasan dari senyuman itu, senyum yang tak harus kubayar tapi seharga sebuah masa depan.

Ira

Reactions:

0 comments:

Post a Comment