Wednesday, December 20, 2017

Tentang Ilmu Baru dan Guru Baru

Aku pernah mendengar bahwa setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Jadi aku memaknainya bahwa setiap orang akan selalu memberikan pelajaran baru dalam hidup kita, dimanapun itu. Bukan tentang pelajaran yang aku dapatkan di sekolah tapi tentang pelajaran yang aku dapatkan dari alam dan lingkungan, dari orang-orang, dari adik-adik dan kakak-kakak.

Jadi, sejak kemarin dan hari ini. Aku menjadi murid dari seorang guru yang sangat baik. Adalah Margot, seorang mahasiswa S1 yang menjadi guruku pada proses ini.

Dua hari yang lalu, supervisorku mengirimkan email pada Margot, bertanya apakah saya boleh ikut melihat saat dia melakukan ekstraksi karoten pada samplenya. Supervisorku berfikir, jika aku melihatnya secara langsung, maka akan lebih mudah mengerti dan praktek nantinya.

Jadi aku menemui Margot pagi kemarin, tepat sesuai waktu yang kami sepakati. Aku memperkenalkan diri dan dia menyambut dengan sangat ramah. Mengajari dengan sangat sabar secara detail dari setiap langkah proses yang ia lakukan.


"Jadi Ira, ini dilakukan agar seperti ini dan seperti itu"ia mulai menjelaskan panjang lebar.

Pada awalnya aku hanya diam dan mendengarkan dengan baik serta mengiyakan ketika aku mengerti. Tapi setelah waktu berjalan dan aku tak lagi bisa menahan dahaga ilmu, akhirnya aku mulai menanyakan setiap hal yang muncul di kepalaku.

Tak dinyana, ternyata ia dengan sangat sabar bersedia menjelaskan segala hal meski hanya untuk memenuhi rasa penasaranku. Hingga tiba di sore hari, proses ekstraksi itu selesai.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan banyak ilmu baru hari ini"kataku pada diri sendiri.

Pagi ini, aku menemuinya lagi. Melanjutkan proses kemarin. Setelah melakukan persiapan selama kurang lebih 10 menit. Ia menunjukkan alat analisa antioxidant itu padaku. Menunjukkan bagaimana alat itu bekerja. Menjelaskan fungsi dari semua selang-selang kecil yang bergantungan, caira-cairan di dalam botol, serta bagaimana alat itu bekerja.

"Subhanallah"Aku tiba-tiba merasa jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya. Seperti ini yang kurasakan ketika pertama kali masuk lab di periode pertama kuliah. Merasakan bagaimana canggihnya teknologi di sekolah ini.

Aku menyadari bahwa aku selalu sangat bahagia dengan kejutan-kejutan pengetahuan baru setiap waktu. Mungkin seperti ini ketika sebuah dahaga pengetahuan terpenuhi. Membawaku pada kesadaran bahwa betapa masih sangat banyak hal yang tidak aku ketahui dan Tuhan memberikan pengetahuan baru lagi hari ini dari seorang adik di sekolah.

Aku tidak tahu bagaimana menggambarkan betapa bahagianya aku hari ini. Pada akhirnya, setelah berbulan-bulan hanya melihat data dan belajar mengolah data itu. Akhirnya hari ini aku bisa secara langsung belajar menggunakan alat itu.

Jadi Aku berbicara pada diriku

Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan gadis kecil.

Ira,
Reactions:

0 comments:

Post a Comment