Monday, December 18, 2017

Vitamin

Vitamin termasuk dalam mikro nutrient yaitu komponen pangan yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang kecil demi menjaga keberlangsungan metabolisme, pertumbuhan, dan kesehatan. Meskipun dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit namun konsumsi vitamin tidak boleh diabaikan karena kekurangan konsumsi vitamin dapat menyebabkan berbagai penyakit tertentu. Vitamin secara umum tidak dapat disintesa oleh tubuh sehingga harus didapatkan dari diet atau makanan[1].

Secara umum, terdapat dua tipe vitamin yakni vitamin larut lemak atau fat soluble vitamin dan vitamin larut air atau water soluble vitamin. Vitamin larut lemak termasuk di dalamnya adalah vitamin A, D, E, dan K atau sering disingkat dengan ADEK. Sedangkan vitamin larut air termasuk didalamnya vitamin C dan semua vitamin B. Vitamin larut lemak dapat disimpan di dalam tubuh  yakni di hati dan jaringan tubuh dan akan digunakan ketika diperlukan sehingga tidak perlu konsumsi rutin. Sedangkan vitamin larut air butuh konsumsi yang rutin karena umumnya tidak bisa disimpan di dalam tubuh[2].

Fungsi vitamin ada berbagai macam, seperti menjadi komponen pembantu dalam pertumbuhan contohnya vitamin D yang bekerja sama dengan Kalsium dalam pembentukan tulang dan gigi. Dapat juga sebagai precursor enzim dalam tubuh seperti vitamin B1 (Thiamin) yang menjadi precursor dalam system pencernaan karbohidrat. Selain itu, vitamin dapat juga sebagai antioxidant, contohnya adalah vitamin A dan vitamin C.

Vitamin dapat dengan mudah diperoleh dari bahan pangan. Vitamin C misalkan, dapat diperoleh dari buah-buahan seperti jeruk, guava atau jambu. Vitamin A dapat diperoleh dari wortel, hati, sayuran berdaun hijau gelap. Vitamin B1 bisa diperoleh ikan salmon, tuna, biji bunga matahari, dan kacang-kacangan.

Terdapat RDA (Recommendation Daily Allowance) atau rekomendasi konsumsi harian yang berbeda untuk setiap vitamin. Jumlah ini biasanya berbeda berdasarkan umur, jenis kelamin, atau berat badan masing-masing individu. Mengkonsumsi sesuai jumlah RDA rata-rata, secara umum akan memenuhi kebutuhan vitamin kita. Namun terdapat pula UL (Upper Limit) atau jumlah maksimal vitamin yang boleh dikonsumsi. Mengkonsumsi dibawah RDA dapat menyebabkan defesiensi atau kekurangan sehinggga menyebabkan munculnya penyakit tertentu. Sedangkan mengkonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan keracunan yang gejalanya berbeda setiap jenis vitamin.
Ira
Note : Silahkan email saya jika ada hal yang ingin didiskusikan atau dikomentari yah.

References

1. https://www.cdc.gov/immpact/micronutrients/index.html. Diakses pada tanggal 17 Desember 2017
2. Bellows, L. and Moore, R., 2012. Fat-soluble vitamins: A, d, e, and k. Colorado State University Extension.


Reactions:

1 comments: